Fakta Manfaat Bekicot Untuk Penyakit Asma

Fakta Manfaat Bekicot Untuk Penyakit Asma

Fakta Manfaat Bekicot Untuk Penyakit Asma

Jakarta – Banyak orang masih memandang bekicot sebagai hama. Tetapi di sejumlah negara, seperti Prancis, Jerman, dan Portugal, bekicot malah dipandang seperti makanan sedap. Di negara itu, bekicot dibuat jadi escargot.

Faedah daging bekicot kemungkinan jadi pembicaraan yang paling seru di beberapa negara, karena hewan ini tidak wajar di makan. Bekicot juga bisa disebutkan siput atau keong. Banyak pula yang menyebutkan bekicot sebagai tutut. Meskipun secara fisik berlainan wujud, tetapi mereka sama datang dari keluarga moluska, dan sama – sama mempunyai cangkang sebagai rumah mereka.

Walau beberapa orang yang tidak mempunyai hasrat mengkonsumsinya, tetapi bekicot mempunyai kandungan protein yang tinggi yang pantas diperhitungkan. Disamping itu, bekicot hasilkan lendir yang berguna untuk kulit karena mempunyai karakter lembabkan kulit dan menggairahkan produksi kolagen.

Disamping itu, ada pula isu yang menjelaskan jika bekicot berguna untuk menangani asma. Lalu, bagaimana bukti sebetulnya mengenai faedah bekicot untuk asma?

Kenyataannya, Faedah Bekicot Tidak Detil untuk Asma

Sebuah riset yang keluar dalam British Journal of Biomedical Science (2019) mengetes manfaat lendir bekicot untuk paru-paru. Tetapi pada riset itu tidak diulas mengenai faedah detil untuk asma.

Riset itu dipegang oleh Sarah Pitt, Ph.D., yang disebut dosen di School of Pharmacy and Biomolecular Sciences, University of Brighton. Mereka lakukan riset untuk menangani dampak antimikroba pada lendir bekicot untuk paru-paru.

Pada lendir bekicot, diketemukan ada protein yang mempunyai dampak antimikroba. Bahkan juga di-claim bisa menolong penyembuhan infeksi paru-paru karena bakteri Pseudomonas aeruginosa pada penderita fibrosis kistik.

Adapun, fibrosis kistik sebagai penyakit yang mengakibatkan kerusakan dan memacu produksi lendir berlebihan, tebal, dan lekat di paru-paru. Bakteri Pseudomonas aeruginosa memacu infeksi paru-paru pada penderita fibrosis kistik alami kekebalan pada antibiotik. Hingga riset ini diperuntukkan untuk mendapati obat baru untuk tangani keadaan itu.

Beberapa periset mengekstrak lendir bekicot yang hidup di alam liar untuk lakukan riset. Selanjutnya dilaksanakan proses pemurnian pada lendir untuk pisahkan beberapa jenis protein di dalamnya.

Kemudian, periset menganalisa kegiatan antimikroba pada bakteri Pseudomonas aeruginosa yang lain, baik di laboratorium atau contoh bakteri dari penderita fibrosis kistik.

Berdasar hasil riset, diketemukan ada empat tipe protein dalam lendir bekicot. Lendir itu bisa menolong menghalangi perkembangan semua tipe bakteri Pseudomonas aeruginosa. Satu diantaranya protein 37,4 kDa atau Aspernin, yang sanggup serang bakteri pemicu infeksi paru-paru. Berita baiknya kembali, protein itu mempunyai potensi sebagai penyembuhan baru di periode depan.

Kekuatan Faedah Kesehatan Yang lain dari Bekicot

Mencuplik WebMD, pada era tengah, bekicot dipandang bisa mengobati penyakit, dimulai dari batuk biasa sampai tuberkulosis. Berikut beberapa faedah prospektif dari konsumsi bekicot menurut https://www.asynx-planetarium.com/:

1. Menangani anemia

Konsumsi bekicot bisa menolong menurunkan gejala-gejala anemia dengan menyembuhkan pemicu dasarnya. Bekicot sebagai sumber zat besi yang baik. Satu jatah bekicot memiliki kandungan 22 % konsumsi zat besi harian yang direferensikan.

2. Tingkatkan kesehatan jantung

Kenyataannya, siput terhitung sumber asam lemak omega-3 yang bagus, sama seperti dengan ikan. Dalam pada itu, omega-3 telah bisa dibuktikan bisa tingkatkan kesehatan jantung dan kurangi resiko kematian karena penyakit jantung. Asam lemak itu dapat menolong turunkan tekanan darah, kurangi pembekuan darah, dan jaga detak jantung masih tetap stabil.

Dari info di atas, bisa diambil kesimpulan jika tidak ada riset detil berkenaan faedah bekicot untuk asma. Dibutuhkan semakin banyak riset berkenaan faedah itu.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *