Perbedaan Lordosis dan Scoliosis, Berbeda!

Perbedaan Lordosis dan Scoliosis, Berbeda!

Perbedaan Lordosis dan Scoliosis, Berbeda!

Jakarta – Karena sama serang tulang belakang, lordosis dan scoliosis sering diduga sama. Walau sebenarnya, ke-2 nya ialah keadaan yang berbeda. Lordosis ialah istilah klinis untuk tulang belakang meliuk di depan di punggung bawah atau leher.

Sementara scoliosis ialah keadaan saat tulang belakang meliuk ke satu sisi. Kelengkungan bisa terjadi pada bagian tulang belakang mana pun. Tetapi, tempat yang tersering terserang ialah tulang belakang sisi punggung bawah dan atas.

Ketidaksamaan Lordosis dan Scoliosis

Lordosis dan scoliosis mempunyai ketidaksamaan dalam beberapa hal. Terhitung tanda-tanda, penyembuhannya, dan pemicu. Berikut beberapa ketidaksamaan yang perlu untuk dimengerti menurut https://www.asynx-planetarium.com/:

1. Ketidaksamaan Tanda-tanda

Beberapa orang tidak mempunyai tanda-tanda fisik lordosis. Bahkan juga, beberapa kasus, seorang tidak pernah mengetahui jika mereka memiliki sampai jalani pengecekan kesehatan pada tulang belakang.

Tetapi, beberapa pertanda yang unik dari lordosis ialah seperti berikut:

  • Leher dan kepala cenderung lebih jauh di depan dari biasanya.
  • Pinggul tergerak ke depan.
  • Pantat terlihat mencuat.
  • Ada ruangan extra di bawah punggung bawah saat berbaring.

Lordosis yang mengakibatkan lekukan yang lebih kronis bisa mengakibatkan ngilu leher atau ngilu punggung bawah. Membuat susah untuk bergerak seperti biasanya.

Dalam pada itu, tanda-tanda scoliosis dapat berlainan bergantung pada umurnya. Tanda-tanda pada bayi dapat mencakup:

  • Benjolan di satu segi dada.
  • Kerap tiduran dengan badan meliuk ke satu sisi.
  • Dalam kasus yang kronis, permasalahan dengan jantung dan paru-paru, mengakibatkan sesak ngilu dada dan napas.

Pada remaja dan orang dewasa, tanda-tandanya bisa berbentuk:

  • Kepala terlihat sedikit keluar tengah.
  • Tulang rusuk setiap segi kemungkinan mempunyai ketinggian yang sedikit berbeda.
  • Satu pinggul kemungkinan lebih mencolok dari yang satunya.
  • Baju kemungkinan tidak menggantung secara merata.
  • Satu pundak semakin tinggi dari yang lain.
  • Kaki mempunyai panjang yang sedikit berbeda.

2. Ketidaksamaan Pemicu

Mayoritas kasus lordosis memiliki sifat idiopatik atau mungkin tidak mempunyai penyebab. Maknanya, keadaan ini bisa mengalami perkembangan dengan sendirinya. Tetapi, ada banyak keadaan klinis yang bisa mengakibatkan lordosis, diantaranya:

  • Spondylolisthesis.
  • Achondroplasia.
  • Osteoporosis.
  • Osteosarkoma.
  • Distrofi otot.
  • Kifosis.
  • Ensefalopati statis.

Dalam pada itu, kemungkinan-kemungkinan pemicu scoliosis ialah:

  • Permasalahan neuromuskular, seperti cerebral palsy, distrofi otot, dan poliomielitis.
  • Neurofibromatosis.
  • Sindrom Marfan.
  • Osteoporosis
  • Bentuk badan yang buruk.
  • Kerap bawa ransel atau tas yang berat.
  • Masalah jaringan ikat.
  • Cidera.

3. Ketidaksamaan Penyembuhan

Bagaimana lordosis diobati bergantung pada terletak di sejauh tulang belakang, dan apa itu mengakibatkan tanda-tanda apa pun. Banyak orang tidak memerlukan penyembuhan apapun.

Tetapi, bila kamu mempunyai tanda-tanda seperti sakit leher atau punggung, kamu kemungkinan perlu konsumsi obat penurun ngilu seperti paracetamol atau lakukan pengenduran, dan ibuprofen.

Bila kelengkungan tulang belakang karena lordosis lebih buruk dari hari ke hari, dokter kemungkinan merekomendasikan beberapa perawatan, terhitung:

Therapy fisik, untuk perkuat otot disekitaran tulang belakang.
Penempatan bracing, untuk menyokong tulang belakang dan menghentikannya supaya tidak meliuk lebih jauh.
Operasi, untuk menolong melempengkan tulang kurangi kelengkungan dan belakang. Kamu mungkin saja membutuhkan pencangkokan tulang untuk menolong pengobatan.

Dalam pada itu, dalam umumnya kasus, scoliosis yang terjadi pada periode kanak-kanak dan remaja yang enteng tidak membutuhkan penyembuhan. Dengan kelengkungan 10 sampai 25 derajat, dokter umumnya akan lakukan pengecekan pada jeda 3, 6, atau 12 bulan untuk mengecek apa keadaannya berbeda.

Untuk kelengkungan 25 sampai 40 derajat, dokter bisa mereferensikan penempatan penyangga. Bila kelengkungan semakin besar dari ini, dan rangka belum juga masak, dokter bisa mereferensikan operasi.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *